Assalamu'alaikum Bunda...Selamat datang di Gallery Asheeqa
Showing posts with label TIPS & TRIK. Show all posts
Showing posts with label TIPS & TRIK. Show all posts

Tuesday, November 24, 2020

TIPS AGAR ANAK SUKA MENGAJI

Agar anak suka mengaji bisa dilakukan dengan beberapa cara yang bisa diterapkan pada anak, namun sebelum melakukan cara tersebut, alangkah baiknya jika mengaji dilakukan oleh semua orang yang ada di dalam semua rumah tangga.

Kenapa? Karena jika semua orang yang ada di dalam satu rumah sering dan terbiasa mengaji maka dapat dipastikan anak-anak suka mengaji dengan sendirinya atau anak akan lebih mudah di ajak untuk mengaji, sebab anak-anak akan meniru dan mencontoh apa yang dilakukan oleh semua anggota keluarganya dan yang paling penting adalah orang tua juga ikut mengaji karena orang tua merupakan pusat pendidikan yang baik untuk anak-anak.

Belajar ilmu umum seperti membaca A, B, C lebih mudah dilakukan daripada belajar mengaji huruf hijaiyah karena setiap pengucapan untuk menyebut huruf hijaiyah membutuhkan olah vokal yang berbeda.

Oleh karena itu, dalam mengajarkan ngaji kepada anak harus dilakukan sejak usia dini atau anak masih balita, bahkan ketika masih dalam kandungan. Maka dari itu, kunci utama agar anak suka mengaji atau membaca Al-Qur'an adalah dengan mengenalkan ayat-ayat Al-Qur'an sejak awal baik pembelajaran secara manual dengan cara mengajarkan kepada anak langsung atau dengan cara melalui media suara seperti musik. Dan jika anak atau bayi selalu diperdengarkan secara rutin dan setiap hari ayat-ayat Al-Qur'an maka hasilnya adalah anak atau bayi akan suka mengaji.

Ketika anak belajar mengaji, mereka tidak hanya mengenal tentang huruf hijaiyah tapi mereka juga akan mendapatkan banyak ilmu seperti pengenalan bahasa Arab, sejarah Islam, dan mendapatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, mari kita ajak dan kita ajarkan anak belajar membaca Al-Qur'an dengan cara membuat mereka suka dalam mengaji. Jika anak-anak sulit untuk diajak mengaji atau membaca Al-Qur'an, silahkan coba tips berikut ini agar anak suka mengaji, yaitu sebagai berikut :

1. Waktu Mengaji

Carilah waktu yang cocok untuk mulai membiasakan anak mengaji. Jangan diperbuat pada waktu-waktu dimana anaksewajibnya bermain  dan waktu untuk beristirahat. Jangan pernah untuk memaksakan keinginan atau kehendak terhadap anak dengan berlebihan. Sebab, apabila waktu-waktu yang Anda pilih tidak cocok, maka faktor ini bisa menjadi bumerang antara orang tua dan anak. Atur jadwal anak dengan sebaik-baiknya dan sebelumnya beri penjelasan kepada anak mengenai jadwal yang akan dilaksanakan tersebut. Kapan anak boleh bermain, kapan anak istirahat, kapan anak belajar, mandi, dan aktivitas harian lainnya.

2. Penjelasan Kenapa Harus Mengaji

Berilah arti yang jelas dan padat mengenai argumen mengapa anak wajib belajar mengaji. Dan mengapa ia wajib meluangkan sedikit waktunya untuk mengaji dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Melakukan komunikasi dan bertukar pendapat atau pikiran kepada anak aagar memperoleh cermina mengenai pendapat anak atas apa yang Anda inginkan. Anak juga bakal terbiasa mengeluarkan unek-uneknya dan ia akan merasa dihargai. Jadi, perlahan-lahan anak bakal berusaha mengikuti apa yang Anda paparkan.

3. Keteladanan Orang Tua

Anak pasti akan meniru orang tuanya. Apa yang dikerjakan orang tuanya pasti bakal bisa lebih menempel di otaknya dibandingkan yang orang lain perbuat. Untuk menanamkan kebiasaan baik, Anda wajib terlbih dahulu mencontohkannya terhadap anak. Bahkan dengan mencontohkannya saja, anak akan serta merta mengikuti tanpa wajib Anda perintah terlebih dahulu. Sebab anak merupakan peniru ulung. Ada saja hal-hal yang bisa ditirunya.

4. Al-Quran Pilihan

Cipatakan suasana yang selalu ada dengan Al-Qur'an. Misalnya memperdengarkan murottal dan mendekatkan anak dengan orang-orang yang suka mengaji atau membaca Al-Qur'an. Berilah penjelasan kepada anak mengenai kelebihan orang yang suka membaca Al-Qur'an.

5. Disiplin dan Konsisten

Konsisten dalam membiasakan dan mengajarkan anak mengaji. Jika anak sedang tidak mood, berilah rangsangan agar anak mau belajar membaca Al Qur'an. Inovatiflah mengelola mood anak dengan memvariasikan turorial pembelajaran. Bisa dengan suasana santai dan tidak memberatkan anak.

6. Sabar dan Kreatif Belajar Mengaji

Apabila nyatanya anak belum lancar mengaji, ajarkanlah dengan berangsur-angsur dan dengan kesabaran extra. Gunakan metode pembelajaran yang variatif sehingga tidak membuat jenuh anak. Sekarang sudah sangat berkembang sekali tentang tutorial membimbing anak dan juga media pembelajaran yang terus beragam. Pastinya ini menjadi kambar gembira bagi orang tua sebab dengan demikian tugas orang tua akan terbantu dengan keberadaan media-media tersebut.

7. Rewards

Berbagi apresiasi setiap anak melakukan kebaikan dan mengaji dengan baik. Bukan berarti orang tua wajib berbagi piala sebagai bentuk penghargaan. Sebab apresiasi tersebut dimaksudkan merupakan sesuatu yang sifatnya tulus dan menentramkan. Sehingga anak merasa butuh untuk mengulangnya kembali di lain waktu supaya memperoles apresiasi serupa.

Melatih anak untuk berbuat hal-hal baik pasti menjadi sesuatu yang tidak boleh disepelekan. Sebab erat kaitannya dengan pembangunan karakter anak hingga anak dewasa nanti. Karakter tersebut sudah tertanamkan ke dalam jiwanya.

Apalagi untuk menanamkan kebiasaan mengaji pada anak butuh keseriusan, kesabaran dan perhatian orang tua. Dengan mengajarkan anak membaca Al-Qur'an, pastinya orang tua juga wajib terlebih dahulu bisa membaca Al-Qur'an. 

Sebab, apabila orang tuanya saja gak mampu membaca Al-Qur'an, bagaimana untuk bisa mengajarkan anak agar bisa mengaji? Orang tua adalah guru yang baik, untuk itu mulailah dari orang tuanya dulu atau diri sendiri, lalu bisa menularkannya kepada anak-anak.

Menanamkan kebiasaan baik terhadap anak, wajib dari hari. Tidak mengandung unsur paksaan apalagi mendzolimi  hak anak. Demikianlah agar anak suka mengaji.

Semoga Anda sukses mendidik anak Anda mengaji.

Semoga bermanfaat.

TIPS MUDAH AGAR ANAK RAJIN SHALAT


Rosulallah SAW bersabda :

"Suruhlah anak-anak kalian mengerjakan shalat ketika berusia 7 tahun. Dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya pada saat mereka berusia 10 tahun. Serta pisahkanlah mereka di tempat tidur".(HR Abu Dawud dan Ahmad, Shahih)

Disini dapat diartikan jika sebelum umur 7 tahun orang tua sudah mulai mengajarkan tentang tata cara shalat yang baik. Setelah anak umur 7 tahun anak sudah harus memiliki kebiasaan mengerjakan shalat tanpa harus disuruh. Usia 8 hingga 9 tahun sosialisasi dan saat anak berusia 10 tahun merka sudah wajib shalat.

Namun, sayangnya yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Apalagi di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, dimana anak-anak kita banyak disibukkan dengan berbagai urusannya. Mulai dari sekolah, les, aneka hiburan yang ada di sekelilingnya, televisi, gadget dan masih banyak  hambatan lainnya yang membuat anak sulit konsisten melaksanakan shalat 5 waktu.

Nah, untuk menyiasatinya sebaiknya Ayah dan Bunda lakukan 9 hal berikut ini :

1. Tanamkan Sejak Dini

Tanamkan sejak dini manfaat dan tujuan shalat. Mengenalkan manfaat dan tujuan shalat sedini mungkin pada anak akan membuat mereka paham dengan benar dan akhirnya bisa mencintai shalat. 

2. Berikan Teladan yang Baik

Anak merupakan peniru ulung, karena itu dipastikan anda memberikan teladan yang padanya terutama dalam urusan shalat. Pastikan jaga waktu shalat sebisa mungkin, ajak berjamaah di mesjid.

3. Sediakan Semua Sarana

Sediakan semua sarana agar anak memahami pentingnya shalat. Selain menasehati dan memberikan pemahaman kepada anak akan pentingnya shalat, para orang tua juga bisa menyediakan semua sarana yang membuat anak semakin mencintai shalat. Seperti buku tentang shalat, video ataupun hal lainnya yang penting itu bisa bermanfaat untuk anak.

4. Buatkan Jadwan Shalat Harian yang Menarik

Untuk mengajarkan disiplin dan memupuk semangat anak Ayah dan Bunda bisa membuatkan jadwal shalat harian yang menarik. Tuliskan jadwal shalat, tanggal, kolom keterangan serta tanda tangan. Jangan lupa untuk memeriksa sebagi bukti bahwa Anda peduli terhadap pelaksanaan shalat anak.

5. Ingatkan Tentang Shalat

Kita sebagai orang tua jangan pernah bosan untuk mengingatkan anak tentang waktu shalat. Karena itu memang kewajiban Anda sebagai orang tua. Sampai kapan orang tua bisa mengingatkan anak-anaknya? Iya sampai orang tua menikahkan anaknya, karena pada waktu itu orang tua sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk mendidik anaknya.

6. Jelaskan Kepada Anak Jika Kita Butuh Shalat

Ketika anak merasa bosan Anda harus jelaskan dengan lembut bahwa shalat kebutuhan manusia. Shalat tidak hanya mendatangkan pahala yang melimpah tetapi juga membuat tubuh kita sehat dan hai senang, Jika tubuh sehat dan tenang melakukan apapun pasti akan lebih mudah.

7. Bergaul dengan Orang yang Mencintai Shalat

Pergaulan bisa mempengaruhi karakter dan kepribadian anak, karena iu dipastikan orang tua mendorong anak-anak agar bergaul dengan orang-orang yang mencintai shalat. 

8. Berikan Pujian atau Reward

Ketika anak rajin shalat jangan segan-segan memberikan pujian-pujian dan atau Anda juga bisa memberikan reward yang mugkin berupa hadiah. Namun harus tanamkan pada anak bahwa shalat mereka harus ikhlas karena Allah dan bukan karena ingin dapat hadiah.

9. Mendo'akan Kebaikannya   

Do'a adalah jurus ampuh menggerakan hati anak. Bahkan berdo'a agar anak dan keluarga rajin shalat juga dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, karena itu sudah selayaknya, kita juga tidak boleh lelah mendo'akan anak-anak kita.

Berikut ini do'a Nabi Ibrahim :

"Ya Tuhannku, jadikanlah akun yang selalu mendirikan shalat, demikian juga anak keturunanku. Ya Tuhanku, perkenankan do'aku". (QS Ibrahim 14:40)

Nah, itu adalah tips mudah agar anak rajin shalat. Semoga 9 tips tersebut dapat membantu para orang tua untuk melunakan hati anak-anaknya agar menjadi pribadi yang mencintai shalat. Aamiin...

 

Sunday, November 22, 2020

CARA MENGATASI ANAK SUSAH MEMBACA



Ada sebagian orang tua yang merasa kesusahan mengajarkan putra putrinya untuk membaca. Berikut beberapa tips agar anak mudah belajar membaca :

1. Menemukan Teknis yang Pas

Sebenarnya teknik itu adalah gaya belajar. Apabila Bunda dan Ayah sudah menemukan gaya belajar anak secara pas atau betul, maka Bunda dan Ayah akan mudah sekali membelajari anak itu sendiri. Tentunya dengan menganilsa setiap gaya belajar yang di ajarkan karena karakter setiap anak-anak pasti berbeda adaya yang kinestetik, visual, atau audio visual.

2. Memanfaatkan Moment

Moment disini maksudnya, anak itu kan suka bermain. Setiap anak bermain atau melakukan aktivitas maka kita sebagai orang tua bisa memanfaatkan moment tersebut.

3. Menentukan Target

Walaupun anak masih balita tetap kita tentukan target sesuai dengan kemampuannya. Apa fungsinnya? Tentunya dengan adanya target, kita sebagai orang tua akan lebih semangat mendidik, karena itu adalah amanah yang harus kita didik dan untuk pertumbuhan tumbuh kembang anak. Misal contoh target, Seminggu kedepan anak harus hafal abjad.

Demikian tips yang bisa saya share, semoga bermanfaat.

Thursday, November 19, 2020

TIPS AGAR ANAK RAJIN GOSOK GIGI

 


Bunda pernah dengar gak istilah "Mencegah lebih baik daripada mengobati", tapi mencegah gigi anak berlubang itu sulit ya Bun. Apalagi nyuruh anak sikat gigi pasti punya drama sendiri. Bunda pasti punya tantangan sendiri untuk nyuruh anak sikat gigi, mulai dari anak nangis gak mau buka mulut, atau saat disuruh gosok gigi anak-anak malah kejar-kejaran lari sana lari sini atau juga anak nangis karena gak mau gosok gigi. 

Sebelum nyuruh anak gosok gigi, Bunda sama Ayahnya sudah membiasakan untuk disiplin gosok gigi belum? Kalau Ayah dan Bunda belum bisa disiplin gosok gigi berarti orang tuanya dulu yang harus mendisiplinkan diri, baru deh kita mendisiplinkan ke anak-anak kita untuk rajin gosok gigi.

So, berikut adalah tips agar anak disiplin dalam menggosok gigi, yaitu  :

1. Biasakan anak gosok gigi sejak dini

Kebiasaan gosok gigi harus dimulai saat anak masih bayi ya Bun. Walaupun pada saat itu belum ada gigi yang tumbuh, Bunda harus tetap membersihkan rongga mulut anak bisa menggunakan kain kasa atau kain lembut yang dililitkan pada jari telunjuk. Kemudian celupkan ke air hangat dan bisa diusapkan keseluruh permukaan dalam rongga mulutnya. Mulai dari pipi bagian dalam, gusi dan lidah. Tujuannya adalah agar sisa susu yang melekat pada gusi, pipi dan juga lidah itu bisa hilang sehingga tidak menjadi media berkembangbiaknya jamur. Hati-hati ya Bunda, mulut bayi bisa jamuran jika tidak rajin dibersihkan.

Pada saat bayi berusia 6-8 bulan biasanya gigi pertama sudah mulai muncul. Nah, pada usia tersebut Bunda bisa menggunakan sikat gigi khusu untuk bayi yang memiliki bulu sikat gigi yang sangat lembut untuk membersihkan gigi. Arah sikatnya dari gusi bawah ke atas atau Bunda bisa juga menggunakan kasa yang dililit di ujung jari yang sebelumnya saya jelaskan di atas. Atau bisa juga menggunakan sikat gigi yang bisa dimasukan ke jari telunjuk. Di usia ini Bunda gak perlu menggunakan pasta gigi, cukup menggunakan air hangat.

Pada saat anak berusia 1 tahun sudah bisa diperkenalkan sikat gigi khusus anak. Anak dengan usia 1 tahun ini sudah bisa mengekspresikan dirinya terhadap hal baru. Jadi, Bunda jangan kaget kalau ada penolakan dari anak untuk gak mau sikat gigi. Tapi, Bunda harus bekerja sama dengan baik untuk selalu mengedukasi dan dengan sabar mendisiplinkan anak untuk sikat gigi. Haru sabar ya Bunda dan jangan putus asa.

2. Jadikan gosok gigi sebagai momen/pengalaman yang menyenangkan bagi anak

Bunda dan Ayah harus bekerjasama yang baik untuk bisa menciptakan suasana yang nyaman pada saat menggosok gigi. Jadi, anak tidak merasa bosan dan juga tidak merasa dipaksa untuk menyikat gigi. Misalnya, Bunda dan Ayah bisa menemani anak-anak pada saat menggosok gigi, artinya bareng-bareng gogok gigi sambill menyalakan lagu kesukaan anak-anak atau bisa juga sambil menonton video animasi cara menggosok gigi untuk anak-anak. Bunda dan Ayah juga bisa menykat gigi bersama-sama dengan anak-anak. Misalnya, Bunda di sebelah kanan Ayah di sebelah kiri, jadi si anak juga merasa ditemani dan termotivasi untuk rajin gosok gigi barang-barang sama orang tua.   
Tapi, perhatikan juga ya Bun apakah anak sudah bersih gosok giginya.

Wednesday, November 18, 2020

TIPS MENGATASI ANAK YANG TANTRUM


Pernahkah Bunda mengalami atau melihat anak yang marahnya luar biasa bahkan sampai guling-guling. Nah, itu bisa kita lihat di daerah-daerah umum atau tempat umum, misalnya di minimarket, supermarket atau di mall-mall. Terkadah kemaran seorang anak itu merupakan kemarahan yang tanpa sebab. Kemarahan tanpa sebab yang secra berlebihan inilah yang disebut dengan temper tantrum. 

Temper  tantrum adalah suatu konidisi yang umum dialamai oleh anka-anak usia 1-4 tahun. Pada saat tantrum biasanya yang terjadi adalah anak itu belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan keinginannya. Jadi, anak rasa frustasi. Frustasi kenapa? Frustasi karena mereka tidak terpenuhi keinginannya. Sebenarnya, anak pingin ngomong tapi tidak tahu caranya karena meraka belum bisa bicara sehingga mereka mengeluarkannya lewat kemarahan yang berlebihan.

Disamping itu juga, seorang anak itu kadang-kadang ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya atau dari pengasuhnya. Jadi, initinya adalah balita atau anak-anak itu belum cukup memahami kata-kata, tetapi mereka tahu bahwa mereka sangat mudah untuk memuaskan keinginan mereka dengan marah.

Seorang anak itu dalam mengungkapkan kemarahan itu ada caranya, yaitu :

  1. Marah-marah
  2. Menangis yang berlebihan
  3. Diam ketika diajak ngomong atau becanda

Kenapa seorang anak bisa tantrum?

Biasanya karena tidak mendapatkan perhatian yang cuckup dari orang tua atau pengasuhnya. Atau itu merupakan usaha mereka untuk memanipulasi situasi tertentu.

Berikut tips untuk mengatasi anak yang tantrum, yaitu adalah :

  1. Orang tua tidak perlu merasa malu kalau anaknya mengalami tantrum di depan umum, karena tantrum itu sangat sering terjadi atau sangat umum terjadi pada sebagain anak-anak.
  2. Tunjukan bahwa Anda sebagai orang tua itu tidak panik dan tetap tenang, karena semakin Anda panik dan semakin Anda gelisah dan semakin tidak tenang maka si anak akan sulit untuk diam, meraka akan cenderung lebih tantrum lagi.
  3. Lakukan brain stroming pada anak Anda bahwa tidak boleh teriak-teriak dan tekankan rasa malu pada anak. Biasanya ini dilakukan ketika anaknya sudah tenang. Lakukan berulang-ulang brain stroming pada anak katakan " Ka tadi itu terial-teriak itu gak bagus loh". Jika Anda melakukan berulang-ulang, maka anak itu cenderung lebih memahaminya.
  4. Jangan ikut-ikutan ikut emosi. Biasanya orang tua itu akan malu besar ketika misalnya anaknya tantrum di depan umum, maka biasanya orang tua ikutan emosi, malah cenderung orang tuanya memukul anaknya di depan umum. Nah, ini merupaka tips yang tidak boleh dilakukan.
  5. Ketika anak mengamuk di tempat umum mungkin orang tua bisa membawa anaknya ke tempat yang lebih sepi, lau biarkan anak Anda tantrum, biarkan dia marah sepuasnya tapi di tempat yang sepi.
  6. Ketika anak menangis atau bertingkah, jangan buru-buru untuk meresponsnya, tunggu sampai 30 menit. Jadi, jika anak Anda baru saja marah-marah atau menangis teriak-teriak jangan langsung dipeluk atau jangan langsung diintervensi, biarkan dulu anak itu melakukan aktivitasnya.
  7. Lakukan negosiasi pada anak anak tentang perangainya agar anak dapat melunak, Misalnya, ketika anak tantrum di rumah , ajak anak masuk ke dalam kamar lalu tutup, lalu tanyakan kepada anaknya " Gimana Ka masih nagis terus apa gak?" Kalau mau pintunya dibuka jangan menangis lagi. Lakukan negosiasi terus menerus, nanti anaknya akan tahu sendiri ketika si anak tidak menangis, ketika tidak marah-marah, maka orang tuanya akan memberikan apa yang dia inginkan.
  8. Lakukan edukasi pada anak Anda. Edukasi ini tentunya dilakukan ketika anak sudah berhenti marah atau berenti menangis, lakukan edukasi-edukasi terus, berikan cara-cara yang benar kepada anak Anda. Misalnya, ketika Anda ingin membawa anak Anda ke supermarket atau ke tempat umum edukasi  anak Anda sebelum berangkat "Ka, mau ikut gak dengan Mamah, kalau mau ikut gak boleh marah-marah, kalau kaka marah-marah nanti gak di ajak lagi". Lakukan edukasi-edukasi seperti itu, maka lama-lama anaknya akan mengerti dan akan ikut aturan-aturan yang Anda berikan tadi.
  9. Berikan pujian untuk anak Anda atau tepuk tangan ketika dia sudah mengerjakan apa yang orang tua inginkan. Misalnya, ketika Anda sudah mengatakan "Ka, jangan nangis lagi", ketiak anaknya tidak menangis lagi lakukan pujian atau tepuk tangan.
  10. Jangan biarkan tantrun menjadi senjata anak. Jadi, semakin Anda mengikuti apa yang anak inginkan maka kedepannya si anak akan membuat suatu keadaan menangis atau marah-marah itu menjadi senjata saat anak menginginkan sesutu. Semakin itu terjadi, maka orang tua akan lebih sulit untuk mengendalikannya.
  11. Jangan menyerah. Jangan sekali-kali Anda lebih gampang kalah dibandingkan keinginan si anak.
  12. Mintalah bantuan orang lain. Misalnya, ketika si anak minta  es cream di minimarket, bisa aja orang tua tanya mba sebelah "Mba-mba anak-anak itu gak boleh makan es ya?". Lalu si mba bilang iya Ka, makan es itu gak baik loh Ka, nanti Kaka sakit ". Biasanya anak-anak akan berhenti menangis karena dia tahu  orang lain juga menyarankan supaya dia tidak makan es.
  13. Lakukan komunikasi pada ahlinya, psikolog atau seorang dokter apabila Anda merasa tantrum pada si anak tidak normal atau berlebihan. 
  14. Lakukan komunikasi dengan pasangan, pengasuh atau ke semua orang yang ada di rumah untuk sepakat terhadap aturan dan konsisten terhadap aturan itu. Jangan sampai Ayah udah memberikan aturan yang bagus, tapi si Bundanya gak tegaan atau sebaliknya.

Demikian tips mengatasi anak tantrum, semoga bermanfaat, salam sehat.

Tuesday, November 17, 2020

TIPS MEMILIH BAJU BAYI



Bayi yang baru lahir belum terlalu baik dalam pengaturan suhu tubuhnya. Oleh karena itu, dibutuhkan baju bayi yang siap melindungi dari suhu udara panas dan dingin atau sesuai dengan kondisi musimnya. Akan tetapi baju bayi ini memiliki jenis, ukuran, bahan dan bentuk baju yang lucu-lucu dan beragam. 

Nah, itu membuat Mom kebingungan kan dalam memilih baju bayi?

Berikut saya share tips bagaimana cara memilih baju buat bayi untuk persiapan persalinan atau untuk sebagai hadiah :

  1. Baju pendek, biasanya dipakai saat bayi baru lahir sampai usia 3 bulan. Baju pendek mudah menyerap keringat dan memudahkan Mom untuk mengganti popok, karena panjangnya hanya sebatas pinggang.
  2. Baju panjang, biasanya dipakai saat bayi baru lahir sampai usia 2 bulan. Baju panjang biasanya digunakaan saat mau tidur agar bayi merasa hangat.
  3. Baju jumpswit, biasanya ukurannya sama kaya baju panjang, akan tetapi bagian selangkangannya sedikit terbuka. Dan biasanya digunakan untuk anak usia 3 bulan ke atas.
Itulah tips yang bisa saya share ya Mom...

Semoga bermanfaat.

Monday, November 16, 2020

TIPS AGAR PAKAIAN TIDAK BAU APEK

 


Assalamu'alaikum

Pernah gak kalian saat berpapasan sama orang kemudain mencium aroma kurang sedap bau apek gitu.

Atau mungkin saat musim hujan, pakaian pun susah kering.

Nah, untuk mengatasi hal tersbut yuk simak tips berikut ini.

Berikut adalah tips agar pakaian tidak bau apek :

1. Saat mencuci pakaian,jangan merendam pakaian lama-lama, usahakan 10-15 menit. Karena jika kelamaan air rendaman justru akan mengeluarkan bau-bau yang tidak sedap. Kemudian bersihkan dan bilas. Bersihkan sampai busanya benar-benar hilang.
2. Gunakan pewangi pakaian. Pastikan pewangi yang kita gunakan bisa bertahan lama. Saya rekomendasikan pakai Downy.
3. Jika pakain belum kering sempurna usahakan jangan ditumpuk, gunakanlah hanger.
4. Setrikalah pakaian benar-benar dalam keadaan sudah kering.
5. Jika menggunakan pakaian seharian usahakan ganti, jangan di pakai lagi hari berikutnya dan pakailah kaos dalam.
6. Seringlah membersihkan mesin cuci.

Itulah tips agar pakaian Anda tidak bau apek.

Semoga bermanfaat