Assalamu'alaikum Bunda...Selamat datang di Gallery Asheeqa
Showing posts with label BLOG. Show all posts
Showing posts with label BLOG. Show all posts

Thursday, November 5, 2020

LAKUKAN 4 HAL INI : DUKUNG ANAK-ANAK MERAIH CITA-CITA

 


Orang tua merupakan kunci  bagi si kecil menuju gerbang cita-cita mereka. Guna meraih impiannya diperlukan peran penting orang tua sebagai support system untuk memberi dukungan agar si kecil selalu optimis dan semangat meraih tujuannya.

Berikut empat hal yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk mendukung si kecil meraih cita-cita, yaitu sebagai berikut :

1. Temani Anak Berjuang

Jangan biarkan anak gampang menyerah, beri support dan ubah perspektifnya dengan mengatakan "sekarang kamu belum bisa mengerjakannya, tapi nanti juga bisa."

2. Tetaplah Realistis

Ketika anak bersedih, janganlah coba menghibur dengan angan-angan yang penuh dengan kepalsuan.

Misal ketika mainan si kecil rusak, hindari mengucapkan "Tenang, nanti Ayah belikan lagi mainan baru ya, gak usah nangis!".

Alih-alih berkata demikian Bunda bisa ubah dengan kalimat "Ya Bunda tau Kakak gak sengaja menjatuhkannya, Sekarang mainanmu rusak, itu resikonya kamu tidak hati-hati".

3. Memberi Contoh Sikap Optimis dan Percaya Diri

Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan mental anak.

4. Tunggu Sebelum Beraksi

Sikap menahan diri untuk tidak terlalu ikut campur pada masalah si kecil akan menimbulkan rasa optimis mengenai apa yang bisa dilakukannya dimasa mendatang. Beri kepercayaan pada anak bahwa sebagai orang tua kamu percaya bahwa ia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.


Wednesday, November 4, 2020

MAU TAMBAH ANAK? JARAK IDEAL USIA KAKAK - ADIK

 




Pepatah zaman dahulu mengatakan, "Banyak anak banyak rezeki" . Tapi, berapa sih jarak usia yang ideal antara anak yang satu dengan yang lainnya?

Dikutip dari theasianparen.com menurut seorang psikolog bernama Warren Cann, jarak dekat maupun jarak yang terlalu jauh sama-sama memiliki potensi resiko kesehatan.

Bunda sebaiknya menunggu 18-23 bulan setelah kelahiran anak terakhir sebelum memulai hamil lagi.

Sebenarnya apa saja kelebihan dan kekurangan pada masing-masing jarak usia?

Yuk simak penjelasnnya!

Jarak usia 12 hingga 18 bulan akan meminimalisir pertengkaran kakak adik. Jarak yang lebih dekat bisa membuat kaka dan adik menjadi teman bermain yang baik.

Namun orang tua harus mempersiapkan mental yang kuat dalam mengurus dan membesarkan anak bersamaan. Orang tua harus mengurusi kedua anak yang sama-sama mengalami fase menyusui, toilet training, menangis saat tak bisa tidur hingga mengganti popok bersamaan.

Jarak usia 2 tahun banyak disarankan oleh para ahli kedokteran karena kesehatan ibu dari melahirkan pertama kali telah pulih sehingga kesehatan bayi lebih terjamin pula.

Namun akan banyak terjadi pertengkaran antara saudara dikarenakan anak yang tua memiliki perasaan kecemburuann terhadap adiknya. Namun hubungan kakak adik akan membaik seiring bertambahnya usia. Mereka akan saling menjadi teman bermain namun masih tetap memiliki ketertarikan dan kesukaan masing-masing.

Jarak usia 3 tahun merupakan  jarak yang cukup aman. Anak yang lebih tua akan memiliki waktu yang cukup lama menikmati kasih sayang orang tuanya sebelum adiknya muncul. Hal ini dapat meminimalisir pertengkaran antara adik kaka hanya saja kedekatan satu sama lain jarang sekali terjadi.

Perlu digarisbawahi ternyata tidak ada jarak yang ideal, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kira-kira Ayah Bunda sudah berencana untuk tambah anak lagi? Hehe...

Tuesday, November 3, 2020

TIGA TIPS ATASI DRAMA MALAS BELAJAR DI RUMAH

 


Sebagai orangtua, mungkin Anda bingung mencari cara mengatasi anak yang malas belajar. Ya, salah satu persoalan ketika anak belajar dari rumah adalah menghadapi rasa malas mereka.

Ada banyak ragam alasan yang dikeluarkan untuk menghindari kegiatan belajar di rumah.

Padahal, membiasakan mereka untuk belajar secara mandiri itu penting lho...

Yuk, simak beberapa cara mengatasi anak yang malas belajar tanpa perlu memarahinya, yaitu adalah sebagai berikut :

1. Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar dengan Budaya Membaca



Jika ingin anak rajin belajar atau membaca, maka budayakan membaca sejak dini. 

Ini berlaku bagi seluruh penghuni rumah, agar anak melihat bahwa semua orang melakukannya.

Entah itu buku, koran, ataupun majalah, selalu sediakan bahan bacaan di rumah.

Khusus untuk anak, beli buku bacaan yang sesuai usianya atau yang ia sukai.

2.  Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar dengan Membangun Suasana Santai



Belajar tak harus selalu di meja belajar dan kamar.

Namun bisa juga dilakukan di ruang tamu, taman, hingga area bermain yang nyaman.

Cipatakan kesan bahwa belajar bukanlah hal yang menyeramkan dan sulit.

Anda bisa mengajarinya berhitung atau membaca sembari bermain.

Jika anak sudah berada di jenjang yang lebih tinggi, sediakan alat peraga untuk beberapa pelajaran sains agar belajar lebih menarik.

3. Mengetahu Bidang yang Paling Diminati



Tips berikutnya, Anda harus mengerti minat anak.

Setiap orang memiliki minat serta kemampuan yang berbeda.

Tak ada yang selalu pandai dalam segala hal.

Jika anda lebih memahami karakter dan ketertarikan anak, ini akan membantu dalam menghadapi anak belajar di rumah.

Anda bisa memotivasinya dengan memberi ruang lebih untuk mengeksplorasi bidang yang ia minati.

Sumber : 99.co


Tuesday, July 14, 2020

Sinar Matahari Bisa Menyembuhkan Pilek? Mitos atau Fakta?

www.asheeqastore.com

Ketika anak sedang pilek, seringkali Bunda menganggap bahwa sinar matahari bisa menyembuhkan pilek.

Nyatanya, sinar matahari hanya mampu membantu meringankan gejala yang dirasakan. Vitamin D dari sinar matahari bagus untuk kesehatan, namun tidak bisa dianggap menyembuhkan pilek kalu infeksi penyebab virusnya masih ada.

Beberapa tips yang bisa Bunda lakukan jika Si Kecil sedang pilek (dilansir dari situs theasianparent.com)
  1. Jika masih bayi, tetaplah berikan ASI untuknya.
  2. Tingkatkan imunitas tubuh anak dengan memenuhi nutrisinya agar gizinya tetap seimbang.
  3. Apabila anak disertai gejala demam, bisa diberikan obat penurun panas.
  4. Pastikan anak terhidrasi dengan baik, yang terpenting adalah cairan dalam tubuh Si Kecil cukup. Jika kekurangan cairan akan mengakibatkan Si Kecil tampak lemas dan tidak enak badan.
Semoga anak kita tetap sehat dan aktif ya Bun....

Wednesday, July 8, 2020

Sudah Bilang Terima Kasih Untuk Suami Hari ini?


Suami sekaligus seorang Ayah adalah sosok yang kuat dalam keluarga. Ia tak kenal lelah dan bertanggung jawab dalam mencari nafkah. Tujuannya tentu saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tak perlu menanti suami bisa menjamin kebutuhan segalanya, usahanya untuk bekerja keras dan ikhlas setiap harinya sudah patut untuk dihargai.

Suamiku,
Terima kasih sudah menjadi kepala keluarga yang baik,
Terima kasih sudah menjadi sosok ayah yang luar biasa untuk anak-anak,
Terima kasih sudah menjadi peneduh disetiap gundahku,
Terima kasih sudah  berjuang setiap harinya, Love You  

Sunday, July 5, 2020

Manfaat Tidur Siang Bagi Pertumbuhan Si Kecil


Hallo Bunda...
Sudah tidur bareng sama si kecil?

Tau gak Bun, kalo tidur siang bisa memberikan manfaat untuk pertumbuhan anak. Tumbuh kembang  si kecil harus diperhatikan untuk memastikan si kecil dalam keadaan baik dan normal.

Rutinitas yang bisa Bunda terapkan dalam mengoptimalkan tumbuh kemabng si kecil adalah tidur siang. Ya, tidur siang memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan maupun perkembangan si kecil, diantaranya :
  1. Mendukung perkembangan emosional si kecil. Balita setidaknya membutuhkan waktu tidur selama 14 jam sehari, yaitu 10-12 jam saat malam dan sisanya bisa dipenuhi dengan tidur siang.
  2. Menguatkan daya memori si kecil. Tidur siang dapat menguatkan memori si kecil karena selama tidur, otaknya diberikan kesempatan untuk memproses informasi yang diperolehnya dengan baik.
  3. Mengurangi tantrum pada anak. Tantrum biasanya terjadi ketika si kecil lelah dan mengantuk. Karena itu, jangan tunda haknya untuk mendapatkan waktu tidur siang yang cukup.
Tidur yang berkualitas pada bayi sangat penting agar bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal.



Thursday, July 2, 2020

Are You Ready For New Normal Seasion?


Ditengah ketidak pastian kapan pandemi Covid-19 ini akan berlalu pemerintah telah menyiapkan aturan new normal atau kenormalan baru. Aturan ini mengharuskan masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dengan copid-19. Tentu saja hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan sampai ditemukannya vaksin.

Kebijakan pemeriantah ini menimbulkan rasa khawatir bagi orangtua yang anaknya harus berkegiatan diluar rumah. Namun Anda harus mempersiapakan kondisi ketika anggota keluarga atau putra putri Anda harus berkegiatan di luar rumah.

Berikut ini sejumlah hal yang harus Ayah Bunda lakukan untuk mempersiapkan anak-anak menjalani The New Normal akibat pandemi Covid-19.

1. Membiasakan Anak Menggunakan Masker

Penggunaan masker sangat dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona, karena dapat menghalau percikan ludah. Selain membiasakan si kecil menggunakan masker, Ayah Bunda juga harus mengajarkan sang buah hati cara memakai masker yang benar itu seperti apa. Yuk simak!
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker
  • Pastikan sisi depan dan belakang berbeda
  • Buka masker dengan memegang talinya saja

2. Membiasakan Anak Cuci Tangan

Hal sederhana seperti cuci tangan bisa menjadi benteng perlindungan anak dari penyakit. Mencuci tangan secara teratur mampu mengurangi kuman atau bakteri penyebab penyakit secara signifikan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengajari si kecil agar rajin mencuci tangan selama 15-20 detik.

To be continue...


Tuesday, June 30, 2020

Bagaimana Cara Menjelaskan Virus Corona Kepada Anak?


Bunda, efek diliburkannya sekolah dalam rangka pencegahan wabah virus corona pastinya menimbulkan pertanyaan di benak anak-anak kita, "Apa sih virus corona itu?" Dalam menjawabnya tentu Bunda dibuat kebingungan. Berikut ada tips untuk mengedukasi si kecil tentang virus corona.

Yang perlu Bunda ingat, sebelum menjelaskan mengenai apa sih virus corona kepada si kecil, Bunda harus mengendalikan perasaan cemas yang ada dalam diri. Jangan sampai kecemasan tersebut dirasakan si kecil kemudian dianggap sebagai hal yang sangat menakutkan. Karena bisa jadi anak telah mendengar tentang epidemi dari teman sebayanya atau dari berita di TV. Oleh karena itu pembahasan mengenai virus ini tidak perlu terlalu dibuat serius.

Saat menjelaskan apa itu virus corona, Bunda bisa mencari tahu terlebih dahulu dengan bertanya kepada si kecil apa sih yang dia ketahui mengenai virus corona tersebut. Dari jawabannya Bunda bisa mengoreksi kesalahan persepsi anak. Mengajukan pertanyaan terbuka bisa menolong Bunda untuk mengukur seberapa jauh pengetahuan anak serta keadaan emosional si anak.

Dalam mengedukasi si kecil, Bunda bisa menyesuaikan tingkat usia dan tingkat perkembangan anak. Untuk anak di bawah usia 6 tahun Bunda tidak perlu detail menjelasannya karena si kecil terlalu dini untuk memproses informasi tersebut. Namun Bunda perlu berhati-hati ketika mengobrol dengan orang dewasa lainnya atau cobalah untuk mematikan televisi dan media sosial yang dapat mempengaruhi si kecil.

Bicarakan saja mengenai apa itu kuman, bagaimana orang bisa sakit dan hal-hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap sehat, misalnya pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Untuk anak usia sekolah, Bunda dapat memberikan informasi tentang wabah corona dengan memberi tahu apa itu virus corona, bagaimana penyebarannya dan cara untuk mencegahnya. Tetapi, hindari pembicaraan tentang pasien yang terjangkis virus corona yang mungkin lebih parah. Tekankan bahwa orang dewasa dalam hidup mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk membuat mereka tetap aman dan terlindungi. Orang tua harus menekankan kebiasaan sehat seperti mencuci tangan yang baik dan dilakukan setiap hari.

Jika anak Bunda berusia 10 tahun ke atas, sebaiknya Bunda jangan menyembunyikan fakta-fakta yang ada dari anak. Tetapi berpegang pada fakta-fakta seperti yang kita ketahui sekarang dan menghilangkan rumor yang mungkin pernah meraka dengar. Ingatlah bahwa mereka akan mengambil hal-hal di media sosial. Jadi jangan berfikir mereka tidak mendengar tentang penyakit ini.

Ada banyak ketidakpastian dari virus ini yang menimbulkan kecemasan. Jika pra remaja atau anak remaja merasa cemas tentang virus corona, biarkan mereka membicarakannya dan orang tua sebagai pendengarnya. Ingatkan mereka tentang pengalaman masa lalu dengan tantangan yang tidak pasti dan bagaimana mereka mengatasinya. Ini adalah latihan perkembangan yang bermanfaat bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa ada bahaya di luar dan belajar untuk mengatasi ketakutan dan hal-hal negatif lainnya.

Pada akhirnya anak-anak perlu tahu pada usia berapa pun bahwa orang tua mereka ada untuknya dan menaggapi kekhawatiran dan pertanyaan dengan belas kasih serta pengertian. Pastikan menjaga percakapan dengan terbuka. Beritahu pada anak jika mereka memiliki pertanyaan atau ingin membicarakan tentang virus corona lagi, mereka boleh datang kepada Bunda. Mungkin saat mereka membicarakan hal yang sama membuat orang tua merasa frustasi. Tetapi tidak hanya melakukan percakapan ini sebanyak yang diinginkan anak tetapi untuk membantu mereka membangun rasa aman, tetapi juga membantu mencipatakan ketertarikan yang aman antara orang tua.

So, staysafe and stayhealthy Bunda

To be continue...
    

Sunday, June 28, 2020

Bunda Tim yang Mana, Skincare atau Make Up?



Sebenarnya, lenih penting skincare atau make up ya?

Banyak wanita yang mungkin masih mengesampingkan rutinitas skincare, bahkan malah tidak terlalu peduli karena dianggap terlalu repot lalu lebih memilih make up untuk menutupi masalah kulit.

Namun sebenarnya, skincare pun penting untuk Bunda lakukan, karena meskipun efeknya tidak secara langsung dirasakan tetapi dapat menutrisi kulit setelah seharian beraktivitas.

Kulit akan menjadi sehat dan terawat berkan kandungan yang terdapat di dalam skincare, seperti kolagen yang dapat mengencangkan kulit, vitamin C yang mampu menetralisir radikal bebas pada kulit, hyaluronic acid yang dapat melembabkan, atau AHA BHA yang mampu mencerahkan kulit.

So, Bunda lebih suka skincare atau make up ni?

Wednesday, June 24, 2020

Si Kecil Merasa Takut Dengan Nenek?


Baru melihat sosok nenek saja, buah hati Anda sudah menjerit ketakutan. Pernahkah Bunda mengalami peristiwa yang tidak mengenakan seperti ini?

Si kecil bahkan tidak mau menampakan wajahnya di depan neneknya dan ini membuat Bunda menjadi menjadi sangat tidak enak hati. Sebenarnya, ini terjadi karena beberapa faktor seperti wajah nenek yang keriput, suaranya yang serak, rambutnya yang memutih, berkacamata, atau tubuhnya yang mengeluarkan bau khas. Biasanya, si kecil akan mengalami ketakutan dan itu normal. Apalagi jika usia buah hati Bunda menginjak 2-3 tahun, rasa takut memang sudah menjadi bagian dari dirinya.

Namun jangan khawatir, Bunda bisa menghilangkan rasa takut tersebut dengan beberapa cara, yaitu :

1. Memasang Foto Nenek
Anak-anak bisa lupa dan takut dengan nenek karena mereka jarang bertemu. Coba Bunda akrabkan kembali dengan memasang foto nenek di tempat yang biasa si kecil lihat. Usahakan foto nenek yang dipajang tadi adalah foto nenek yang sedang berinteraksi dengan si kecil (sedang menggendong saat masih bayi atau saat bermain dengan si kecil) untuk mengingatkan bahwa ia pernah bertemu dan bermain dengan sosok nenek.

2. Berbagi Tips Dengan Nenek
Sebaiknya sebelum nenek bertemu dengan buah hati Anda, ajak berdiskusi tentang cara memperlakukan buah hati Anda. Ini karena setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda sehingga cara melakukannyapun berbeda. Hanya Anda yang paling tahu bagaimana memperlakukan buah hati Anda sehingga dengan memberikan informasi kepada nenek, buah hati Anda akan merasa nyaman ketika bersamanya.

3. Memberikan Hadiah untuk Si Kecil Atas Nama Nenek
"Yeay..Aku dapat hadiah!" Kira-kira begitu teriakan girang si kecil ketika mendapat hadiah. Nah, tidak ada salahnya Anda memberikan hadiah si kecil atas nama nenek. Ia akan merasa bahwa neneknya sangat peduli dengan apa yang diinginkannya. Apalagi jika hadiah itu adalah benda yang sangat diidam-idamkan, ia pasti akan membawa kemanapun ia pergi, bahkan akan memamerkan kepada teman-temannya.

Bagaimana Bun?

Mudah-mudahan setelah mempraktekan tips-tips di atas si kecil tidak akan merasa takut lagi dengan Nene ya...

Tuesday, June 23, 2020

Mengasah Daya Ingat Anak Sejak Dini

Mengasah Daya Ingat Anak Sejak Dini

Meningkatkan daya ingat anak perlu dimulai sejak usia dini sehingga bermanfaat baginya dikemudian hari.

So, apa saja yang dapat meningkatkan daya ingat anak?

Bisa coba 3 hal berikut ini ya Bun, yaitu adalah :

1. Seringlah Melakukan Kontak Mata

Menurut penelitian, kontak mata dapat membantu merangsang saraf dalam otak anak sehingga anak dapat mengingat apa yang sedang bunda katakan dan lakukan.

2. Ajak Si Kecil bermain

Permainan yang berhubungan dengan daya ingat akan membantu mengsah daya ingat si kecil.


3. Ajak Si Kecil Mengingat

Tidak harus mengingat nama seseorang, Bunda dapat mengajarkannya mengenali berbagai nama benda, hewan serta tumbuhan. Hal ini akan menstimulasi kinerja otak anak sehingga anak bisa berlatih mengingat nama tersebut.

Selamat mencoba ya Bunda...

Simpan bila bermanfaat
Share supaya banyak orang yang tau ya Bun😊


Monday, June 22, 2020

Si Kecil Tidak Doyan Sayuran?


Si Kecil tidak suka sayuran?

Sebenarnya, saat si kecil tidak suka sayuran, itu hal yang wajar. Biasanya, ia menyisihkan sayuran setiap sarapan, makan siang, ataupun makan malam mereka. Bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah beberapa tips di bawah ini :

1. Ubah Menu Makanan Anda
Cobalah Bunda merubah resep makanan dengan memasukan beberapa porsi sayuran seperti, wortel dalam menu bakso, brokoli dalam pasta, membuat omlet dengan menu sayuran (brokoli, bayam, asparagus dan jamur).

2. Ajari Anak Konsumi Sayur Sejak Dini
Bagaimana jika Bunda menambah sarapan paginya dengan sayur? 

Bunda bisa memasukan irisan mentimun, wortel dan tomat dalam roti tawar yang ditambah dengan telur atau isi sayuran tadi bisa Bunda tambahkan dimenu nasi goreng. Hemmmm, lezat bukan?

3. Buat Sayur Sop
Bunda sudah mencoba menu sayur sop?

Biasanya si kecil suka dengan sup rumahan yang dibuat oleh Bunda. Apalagi jika musim hujan, memakan sup pasi dapat menghangatkan badan si kecil, bukan?

Bunda bisa mencampurkan brokoli, tomat, kubis, bunga kol dan wortel ke dalam menu sup si kecil. Tambahkan ayam cincang supaya kaldunya lezat.

4. Pastikan Si Kecil Selalu Melihat Sayuran
Sesuatu yang selalu dilihat biasanya menimbulkan rasa penasaran. Kalau Bunda selalu menaruh sayuran di tempat yang mudah dilihat si kecil, ia akan penasaran dengan rasanya. Bunda bisa sajikan sayuran segar sebagai menu pendamping di meja makan. Tomat, daun selada, dan salad tomat  bisa menjadi pilihan. 

Ternyata tidak sulit membuat anak menyukai sayuran.

Sudahkah Bunda memenuhi kebutuhan asupan sayuran untuk si kecil?

Sunday, June 21, 2020

Tips Mencari Baju yang Nyaman Untuk Si Kecil


Hallo Bunda....

Apakah Bunda merasa kesulitan memilih baju untuk si kecil ?

Tenang Bun, hampir semua Bunda memiliki kesulitan yang sama dengan Bunda. Mulai dari pemilihan bahan, ketebalannya, sampai dengan desainnya yang membuat si kecil semakin keren ketika memakainya. Buat Bunda yang ingin mencari baju untuk si kecil, yuk intip tips kece berikut ini.
  1. Ketika si kecil menginjak usia balita, ia akan aktif sekali bergerak. Bunda bisa memilih baju dari bahan katun untuk kesehariannya karena bahan ini mudah sekali menyerap keringat.
  2. Beli juga pakaian resmi berwarna monokrom seperti kaos polos dan jeans, agar mudah dipadukan untuk berbagai macam acara.
  3. Bagi si kecil yang sudah bisa buang air kecil sendiri, pilihlah pakaian yang memudahkannya selama proses tersebut. Pastikan juga pakaian yang mudah dilepas seperti dress santai, kaos dan celana.
  4. Karena pertumbuhan si kecil berlangsung dengan cepat, hindari memilih pakaian yang terlalu pas karena akan cepat sempit.
  5. Pilih model baju dengan desain yang beragam sehingga membuatnya tampil selalu keren di segala suasana. Bunda bisa memilih set kaso dari Hoofla. Selain nyaman, kaos Hoofla membuat si kecil tampil semakin keren sehingga bisa menambah kepercayaan dirinya. 

Gimana Bun, sudah menerapkan 5 tips di atas untuk kenyamanan si kecil?


Agar Si Kecil Bisa Tidur di Kamar Sendiri


Si kecil susah tidur?

Setiap Bunda pasti memilki tantangan-tantangan yang berbeda dalam mendidik putra-putrinya. Saat usia si kecil sudah cukup umur, disinilah dimulai tantangan baru.

Bagaimana cara membiasakan mereka agar mau tidurnya di kamar sendiri tanpa ditemanin Bunda?

Yuk intip tips berikut ini :

1. Mulailah Dengan Perlahan


Jika Bunda ingin si kecil mandiri untuk tidur di kamarnya sendiri, sebaiknya Bunda persiapkan jauh-jauh hari. Bunda bisa memulainya dengan tidak menakutinya dengan cerita seram. Atau Bunda tidak menggunakan ancaman untuk tidur sendiri. Cobalah untuk melibatkannya ketika Bunda mempersiapkan kamar untuknya mulai dari memilih warna cat, warna sprei hingga perlengkapan kamarnya.

2.  Ciptakan Suasana Kamar yang Nyaman

Bunda tentunya inginkan si kecil kerasan di kamarnya sendiri?
Mulai sekarang, Bunda boleh loh memilih boneka-boneka lucu, bantal dan guling warna-warni untuknya. Buat sebisa mungkin agar kamar si kecil terkesan hidup sehingga ia merasa nyaman berlama-lama berada di kamarnya.

3. Jauhkan Si Kecil dari Sumber Gangguan 

Tahukan Bunda, jika sumber gangguan seperti TV, komputer, Play Station dan elektronik lainnya bisa menjadi sumber gangguan si kecil untuk bisa tidur? 

Untuk itu, Bunda perlu menjauhkan segala macam elektronik dai si kecil . Jika memang si kecil sudah memiliki smartphone, tawarkan padanya agar Bunda bisa menyimpannya dan berjanji akan mengembalikannya lagi esok hari.

4. Gunakan Baju yang Nyaman Saat Tidur 

 Bunda bisa memilih kaos anak dari Hoofla. Bahannya yang berkualitas akan membuat si kecil lebih nyaman bahkan ketika si kecil tidur. Selain itu, banyak juga pilihan warnanya, mulai dari biru, merah, abu muda dan warna keren lainnya. 

Bagaimana Bunda, apakah solusi di atas membantu Bunda?

Semoga bermanfaat