Assalamu'alaikum Bunda...Selamat datang di Gallery Asheeqa

Wednesday, November 18, 2020

TIPS MENGATASI ANAK YANG TANTRUM


Pernahkah Bunda mengalami atau melihat anak yang marahnya luar biasa bahkan sampai guling-guling. Nah, itu bisa kita lihat di daerah-daerah umum atau tempat umum, misalnya di minimarket, supermarket atau di mall-mall. Terkadah kemaran seorang anak itu merupakan kemarahan yang tanpa sebab. Kemarahan tanpa sebab yang secra berlebihan inilah yang disebut dengan temper tantrum. 

Temper  tantrum adalah suatu konidisi yang umum dialamai oleh anka-anak usia 1-4 tahun. Pada saat tantrum biasanya yang terjadi adalah anak itu belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan keinginannya. Jadi, anak rasa frustasi. Frustasi kenapa? Frustasi karena mereka tidak terpenuhi keinginannya. Sebenarnya, anak pingin ngomong tapi tidak tahu caranya karena meraka belum bisa bicara sehingga mereka mengeluarkannya lewat kemarahan yang berlebihan.

Disamping itu juga, seorang anak itu kadang-kadang ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya atau dari pengasuhnya. Jadi, initinya adalah balita atau anak-anak itu belum cukup memahami kata-kata, tetapi mereka tahu bahwa mereka sangat mudah untuk memuaskan keinginan mereka dengan marah.

Seorang anak itu dalam mengungkapkan kemarahan itu ada caranya, yaitu :

  1. Marah-marah
  2. Menangis yang berlebihan
  3. Diam ketika diajak ngomong atau becanda

Kenapa seorang anak bisa tantrum?

Biasanya karena tidak mendapatkan perhatian yang cuckup dari orang tua atau pengasuhnya. Atau itu merupakan usaha mereka untuk memanipulasi situasi tertentu.

Berikut tips untuk mengatasi anak yang tantrum, yaitu adalah :

  1. Orang tua tidak perlu merasa malu kalau anaknya mengalami tantrum di depan umum, karena tantrum itu sangat sering terjadi atau sangat umum terjadi pada sebagain anak-anak.
  2. Tunjukan bahwa Anda sebagai orang tua itu tidak panik dan tetap tenang, karena semakin Anda panik dan semakin Anda gelisah dan semakin tidak tenang maka si anak akan sulit untuk diam, meraka akan cenderung lebih tantrum lagi.
  3. Lakukan brain stroming pada anak Anda bahwa tidak boleh teriak-teriak dan tekankan rasa malu pada anak. Biasanya ini dilakukan ketika anaknya sudah tenang. Lakukan berulang-ulang brain stroming pada anak katakan " Ka tadi itu terial-teriak itu gak bagus loh". Jika Anda melakukan berulang-ulang, maka anak itu cenderung lebih memahaminya.
  4. Jangan ikut-ikutan ikut emosi. Biasanya orang tua itu akan malu besar ketika misalnya anaknya tantrum di depan umum, maka biasanya orang tua ikutan emosi, malah cenderung orang tuanya memukul anaknya di depan umum. Nah, ini merupaka tips yang tidak boleh dilakukan.
  5. Ketika anak mengamuk di tempat umum mungkin orang tua bisa membawa anaknya ke tempat yang lebih sepi, lau biarkan anak Anda tantrum, biarkan dia marah sepuasnya tapi di tempat yang sepi.
  6. Ketika anak menangis atau bertingkah, jangan buru-buru untuk meresponsnya, tunggu sampai 30 menit. Jadi, jika anak Anda baru saja marah-marah atau menangis teriak-teriak jangan langsung dipeluk atau jangan langsung diintervensi, biarkan dulu anak itu melakukan aktivitasnya.
  7. Lakukan negosiasi pada anak anak tentang perangainya agar anak dapat melunak, Misalnya, ketika anak tantrum di rumah , ajak anak masuk ke dalam kamar lalu tutup, lalu tanyakan kepada anaknya " Gimana Ka masih nagis terus apa gak?" Kalau mau pintunya dibuka jangan menangis lagi. Lakukan negosiasi terus menerus, nanti anaknya akan tahu sendiri ketika si anak tidak menangis, ketika tidak marah-marah, maka orang tuanya akan memberikan apa yang dia inginkan.
  8. Lakukan edukasi pada anak Anda. Edukasi ini tentunya dilakukan ketika anak sudah berhenti marah atau berenti menangis, lakukan edukasi-edukasi terus, berikan cara-cara yang benar kepada anak Anda. Misalnya, ketika Anda ingin membawa anak Anda ke supermarket atau ke tempat umum edukasi  anak Anda sebelum berangkat "Ka, mau ikut gak dengan Mamah, kalau mau ikut gak boleh marah-marah, kalau kaka marah-marah nanti gak di ajak lagi". Lakukan edukasi-edukasi seperti itu, maka lama-lama anaknya akan mengerti dan akan ikut aturan-aturan yang Anda berikan tadi.
  9. Berikan pujian untuk anak Anda atau tepuk tangan ketika dia sudah mengerjakan apa yang orang tua inginkan. Misalnya, ketika Anda sudah mengatakan "Ka, jangan nangis lagi", ketiak anaknya tidak menangis lagi lakukan pujian atau tepuk tangan.
  10. Jangan biarkan tantrun menjadi senjata anak. Jadi, semakin Anda mengikuti apa yang anak inginkan maka kedepannya si anak akan membuat suatu keadaan menangis atau marah-marah itu menjadi senjata saat anak menginginkan sesutu. Semakin itu terjadi, maka orang tua akan lebih sulit untuk mengendalikannya.
  11. Jangan menyerah. Jangan sekali-kali Anda lebih gampang kalah dibandingkan keinginan si anak.
  12. Mintalah bantuan orang lain. Misalnya, ketika si anak minta  es cream di minimarket, bisa aja orang tua tanya mba sebelah "Mba-mba anak-anak itu gak boleh makan es ya?". Lalu si mba bilang iya Ka, makan es itu gak baik loh Ka, nanti Kaka sakit ". Biasanya anak-anak akan berhenti menangis karena dia tahu  orang lain juga menyarankan supaya dia tidak makan es.
  13. Lakukan komunikasi pada ahlinya, psikolog atau seorang dokter apabila Anda merasa tantrum pada si anak tidak normal atau berlebihan. 
  14. Lakukan komunikasi dengan pasangan, pengasuh atau ke semua orang yang ada di rumah untuk sepakat terhadap aturan dan konsisten terhadap aturan itu. Jangan sampai Ayah udah memberikan aturan yang bagus, tapi si Bundanya gak tegaan atau sebaliknya.

Demikian tips mengatasi anak tantrum, semoga bermanfaat, salam sehat.

No comments:

Post a Comment