Assalamu'alaikum Bunda...Selamat datang di Gallery Asheeqa

Tuesday, December 1, 2020

CARA MEMIJAT BAYI


Pijit bayi penting banget karena bisa membantu si bayi biar lebih rileks. Jadi, yang seharian udah cape dan rewel setelah dipijat akhirnya sang bayi makin rileks. Pijat bayi bisa dimulai pada bagian kaki.

Cara memijat bayi :

  1. Pijat lembut pada bagian kaki bayi 
Dimulai dari bagian tumit ke bagian atas jari kaki. Lalu dari ujung kaki sampai paha. Ulang beberapa kali dengan pijitan lembut. Biasanya bayi akan merasa senang. Jangan lupa juga berikan coconut oil atau baby oil, yang penting jangan sampai iritasi dan juga tidak alergi bayinya.

Sebelum menggunakan oil pada bayi, lakukan tes oil terlebih dahulu pada bagian lengan bagian dalam, jika tidak timbul kemerahan, maka oil tersebut aman untuk si bayi.

      2. Kemudian lanjutkan ke bagian perut. Sebelum pijat usahakan bayi dalam keadaan perut kosong atau kekenyangan agar tidak muntah.

      3. Pijat lembut dari bagian dada kanan ke arah dada kiri lalu tarik ke bawah

      4. Pijat menyerupai huruf "U" terbalik, mulai dari bawah sebelah kanan ke arah perut bawah kiri

Pijatan " I Love U" dapat membantu melancarkan pencernaan bayi, mencegah kolik  dan sembelit.

Bayi yang masih ASI ekslusif, ASI akan menyerap sempurna dan bayi belum tentu BAB setiap hari.
      
      5. Memijat bagian wajah, mulai dari atas alis lalu ke bagian samping lalu diputar

Hal yang harus diperhatikan saat memijat bayi :

  • Letakan di temapat yang nyaman untuk ibu dan bayi
  • Suhu yang hangat sekitar 25-28 derajat celcius
  • Pijat dalam keadaan perut kosong
  • Gunakan bantal untuk bayi yang masih di bawah 6 bulan

Cara Memandikan Bayi :

  • Siapkan air dengan suhu sekitar 32-35 derajat celcius
  • Basahkan bayi dengan sedikit air lalu gunakan sabun
Perhatikan pada area lipatan paha bayi harus bersih jangan sampai berkerak karena sisa kotoran pada popok.
  • Pastikan shampoo yang digunakan sesuai dengan jenis kulit bayi

MENGATASI ANAK REWEL


Keluhan anak rewel, nangis dan gak bisa tidur memang membuat ibu-ibu bikin pusing apalagi bagi ibu muda. Hal ini dialami sebagain orang sebagai masalah, karena jadi bingung belum berpengalaman. 

Kenapa ya bayi saya rewel terus?

Bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab bayi rewel sebenarnya banyak banget. Bayi juga sama kaya kita orang dewasa, tapi karena bayi belum bisa ngomong otomasi cuma bisa nangis aja tidak bisa menyampaikan apa yang dia rasakan.

Nah, penyebab bayi rewel diantaranya karena bayi tidak nyaman, artinya bisa jadi suhu ruangan terlalu panas, terlalu dingin atau di sekitar ruangan sangat berisik atau mungkin karena bayi pake baju yang tidak nyaman. 

Kedua, karena bayi lagi sakit. Kadang-kadang saat bayi sakit kita sebagai orang tua tidak mengetahui, misalnya saat bayi mau tumbuh gigi, gusinya bengkak, si bayi pesakitan, rewel dan gak mau nyusu, maunya cuma digendong aja atau bayi mengalami demam, batuk pilek setelah diimunisasi itu juga bisa menyebabkan bayi rewel.

Ketiga, karena bayi lapar. Dua sampai tiga jam sekali bayi harus nyusu. Sama halnya seperti orang dewasa ketika lapar bisanya cuma ngedumel, berbeda dengan bayi yang belum bisa mengungkapkan sesuatu yang akhirnya di ekspresikan dengan menangis.

Friday, November 27, 2020

CARA MENYAPIH ANAK YANG BENAR


Ketika Bunda sudah memutuskan akan menyapih anak, pilihlah ritual menyapih yang tidak membuat anak rewel. 

Tidak sanggahan mengenai manfaat ASI untuk bayi yang secara ekslusif diberikan hingga enam bulan dan kemudian hingga satu tahun dan seterusnya jika memungkinkan (menyusui lebih dari 2 tahun atau extended breasfeeding). Namun, beberapa ibu menyusui menanyakan cara menyapih anak secara alami pada balita berusia 2 tahun atau lebih tua.

Sebelum kita membahas cara alami menyapih anak secara alami, penting untuk mengetahui manfaat menyesui anak lebih dari 1 tahun dan seterusnya.

Mayo Clinic mendefinisikan pemberian ASI diperpanjang ketika seorang ibu terus menyusui anaknya di atas 1 tahun.

Menurut para ahli laktasi, ada banyak manfaat dalam menyusui yang diperpanjang untuk anak-anak, termasuk pada anak berkebutuhan khusus. 

Mayo Clinic menyebutkan saat bayi Anda semakin besar, komposisi ASI Bunda akan terus berubah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan ASI dianggap menjadi tidak signifikan bagi anak-anak.

Penelitian menunjukan bahwa ASI untuk anak 2 tahun mirip dengan ASI 1 tahun yang bergizi. Bahkan setelah 2 tahun atau lebih, ASI masih terus menjadi sumber protein, lemak, kalsium dan vitamin yang sangat dibutuhkan anak.

Menurut La Leche League International, kekebalan dalam ASI telah menunjukan peningkatan konsentrasi saat bayi semakin besar dan menyusu lebih sedikit, sehingga bayi yang lebih besar masih menerima banyak faktor imunitas.

Pada balita dan anak kecil, pemberian ASI yang diperpanjang membantu mereka untuk mengatasi perubahan baru dalam hidup dengan lebih baik, misalnya pengalaman baru dan perubahan rutinitas.

Momen menyusi dapat membantu anak-anak kembali ke "tempatnya yang akrab dan aman". Hal ini nantinya membantu anak menghadapi tantangan baru dengan kontrol diri yang semakin baik ketika mengalami kecemasan.

Ketika anak sakit, meyusu memberi kekebalan dan mengisi (tetapi tidak sepenuhnya mengganti) nutrisi saat nafsu makan anak menurun. ASI lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh manusia.

Menyusi anak lebih dari 1 tahun juga bermanfaat bagi para ibu. Penlitian menunjukan bahwa hal itu mengurangi resiko penyakit tertentu seperti kanker payudara, kanker ovarium, rheumatoid arthritis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes.

Dengan kata lain, semakin lama proses menyusui berlanjut, semakin baik kesehatan ibu. Namun demikian, meski telah mengetahui manfaat pemberian ASI yang diperpanjang ada saatnya ketika busui mungkin ingin berhenti.

Apa alasan Bunda ingin melakukan ritual menyapih anak?

Menurut penelitian, sebelum bayi berusia 1 tahun ada 3 alasan umum mengapa ibu berhenti menyusui :

1. Anggapan bahwa tidak bisa menghasilkan ASI cukup atau bayi yang tidak merasa kenyang setelah menyusu. Bayi yang sering menggigit payudara/puting. Bayi kehilangan minat dalam menyusu. Namun, saat bayi sudah berusia lebih dari satu tahun atau sudah memasuki usia balita, proses menyusui sudah lebih mapan sehingga alasan untuk menyapih mengalami perubahan. 

2. Bagi sebagian ibu, bisa jadi mereka hamil anak kedua sehingga produksi ASI mengalami penurunan drastis dan merasa kesakitan saat balita menyusu akibat perubahan hormon. Para ibu lain yang anak balitanya menyusu agar tertidur mungkin akan membiasakan anak tidur sendiri sebagai cara menyapih anak secara alami.

3. Beberapa anak mungkin menyusu kapanpun ia ingin sekedar mencari rasa nyaman. Bunda mungkin merasa hal ini akan menggangu rutinitas anak sehingga mulai melakukan ritual menyapih anak. Atau mungkin Bunda sedang melakukan pengobatan yang memaksa Anda berhenti menyusui.

Apapun alasannya, mari kita cari tahu bagaimana cara menyapih anak secara alami.

Haruskah ritual meyapih anak dilakukan dengan tiba-tiba?

Tentu saja tidak ! Ini bukan ide yang baik karena berhenti menyusui secara tiba-tiba dapat menyebabkan payudara bengkak. Artinya, payudara bisa menjadi penuh, sakit dan ASI merembes.

Bila tidak ditangani, Bunda bisa mengalami masalah yang lebih serius seperti mastitis, yaitu infeksi akibat payudara yang membengkak dan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

Perlukah mencoba ritual menyapih anak dengan menggosok cabai atau brotowali di puting?

Tidak ! Bukan hanya karena cara tersebut "kejam", tetapi juga bisa menyakiti anak. Cabai dapat membakar dan menyengat mulut anak, sedangkan penggunaan brotowali dapat menyebabkan anak muntah atau bahkan diare. 
 

Berikut adalah cara menyapih anak secara alami :



Tuesday, November 24, 2020

TIPS AGAR ANAK SUKA MENGAJI

Agar anak suka mengaji bisa dilakukan dengan beberapa cara yang bisa diterapkan pada anak, namun sebelum melakukan cara tersebut, alangkah baiknya jika mengaji dilakukan oleh semua orang yang ada di dalam semua rumah tangga.

Kenapa? Karena jika semua orang yang ada di dalam satu rumah sering dan terbiasa mengaji maka dapat dipastikan anak-anak suka mengaji dengan sendirinya atau anak akan lebih mudah di ajak untuk mengaji, sebab anak-anak akan meniru dan mencontoh apa yang dilakukan oleh semua anggota keluarganya dan yang paling penting adalah orang tua juga ikut mengaji karena orang tua merupakan pusat pendidikan yang baik untuk anak-anak.

Belajar ilmu umum seperti membaca A, B, C lebih mudah dilakukan daripada belajar mengaji huruf hijaiyah karena setiap pengucapan untuk menyebut huruf hijaiyah membutuhkan olah vokal yang berbeda.

Oleh karena itu, dalam mengajarkan ngaji kepada anak harus dilakukan sejak usia dini atau anak masih balita, bahkan ketika masih dalam kandungan. Maka dari itu, kunci utama agar anak suka mengaji atau membaca Al-Qur'an adalah dengan mengenalkan ayat-ayat Al-Qur'an sejak awal baik pembelajaran secara manual dengan cara mengajarkan kepada anak langsung atau dengan cara melalui media suara seperti musik. Dan jika anak atau bayi selalu diperdengarkan secara rutin dan setiap hari ayat-ayat Al-Qur'an maka hasilnya adalah anak atau bayi akan suka mengaji.

Ketika anak belajar mengaji, mereka tidak hanya mengenal tentang huruf hijaiyah tapi mereka juga akan mendapatkan banyak ilmu seperti pengenalan bahasa Arab, sejarah Islam, dan mendapatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, mari kita ajak dan kita ajarkan anak belajar membaca Al-Qur'an dengan cara membuat mereka suka dalam mengaji. Jika anak-anak sulit untuk diajak mengaji atau membaca Al-Qur'an, silahkan coba tips berikut ini agar anak suka mengaji, yaitu sebagai berikut :

1. Waktu Mengaji

Carilah waktu yang cocok untuk mulai membiasakan anak mengaji. Jangan diperbuat pada waktu-waktu dimana anaksewajibnya bermain  dan waktu untuk beristirahat. Jangan pernah untuk memaksakan keinginan atau kehendak terhadap anak dengan berlebihan. Sebab, apabila waktu-waktu yang Anda pilih tidak cocok, maka faktor ini bisa menjadi bumerang antara orang tua dan anak. Atur jadwal anak dengan sebaik-baiknya dan sebelumnya beri penjelasan kepada anak mengenai jadwal yang akan dilaksanakan tersebut. Kapan anak boleh bermain, kapan anak istirahat, kapan anak belajar, mandi, dan aktivitas harian lainnya.

2. Penjelasan Kenapa Harus Mengaji

Berilah arti yang jelas dan padat mengenai argumen mengapa anak wajib belajar mengaji. Dan mengapa ia wajib meluangkan sedikit waktunya untuk mengaji dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Melakukan komunikasi dan bertukar pendapat atau pikiran kepada anak aagar memperoleh cermina mengenai pendapat anak atas apa yang Anda inginkan. Anak juga bakal terbiasa mengeluarkan unek-uneknya dan ia akan merasa dihargai. Jadi, perlahan-lahan anak bakal berusaha mengikuti apa yang Anda paparkan.

3. Keteladanan Orang Tua

Anak pasti akan meniru orang tuanya. Apa yang dikerjakan orang tuanya pasti bakal bisa lebih menempel di otaknya dibandingkan yang orang lain perbuat. Untuk menanamkan kebiasaan baik, Anda wajib terlbih dahulu mencontohkannya terhadap anak. Bahkan dengan mencontohkannya saja, anak akan serta merta mengikuti tanpa wajib Anda perintah terlebih dahulu. Sebab anak merupakan peniru ulung. Ada saja hal-hal yang bisa ditirunya.

4. Al-Quran Pilihan

Cipatakan suasana yang selalu ada dengan Al-Qur'an. Misalnya memperdengarkan murottal dan mendekatkan anak dengan orang-orang yang suka mengaji atau membaca Al-Qur'an. Berilah penjelasan kepada anak mengenai kelebihan orang yang suka membaca Al-Qur'an.

5. Disiplin dan Konsisten

Konsisten dalam membiasakan dan mengajarkan anak mengaji. Jika anak sedang tidak mood, berilah rangsangan agar anak mau belajar membaca Al Qur'an. Inovatiflah mengelola mood anak dengan memvariasikan turorial pembelajaran. Bisa dengan suasana santai dan tidak memberatkan anak.

6. Sabar dan Kreatif Belajar Mengaji

Apabila nyatanya anak belum lancar mengaji, ajarkanlah dengan berangsur-angsur dan dengan kesabaran extra. Gunakan metode pembelajaran yang variatif sehingga tidak membuat jenuh anak. Sekarang sudah sangat berkembang sekali tentang tutorial membimbing anak dan juga media pembelajaran yang terus beragam. Pastinya ini menjadi kambar gembira bagi orang tua sebab dengan demikian tugas orang tua akan terbantu dengan keberadaan media-media tersebut.

7. Rewards

Berbagi apresiasi setiap anak melakukan kebaikan dan mengaji dengan baik. Bukan berarti orang tua wajib berbagi piala sebagai bentuk penghargaan. Sebab apresiasi tersebut dimaksudkan merupakan sesuatu yang sifatnya tulus dan menentramkan. Sehingga anak merasa butuh untuk mengulangnya kembali di lain waktu supaya memperoles apresiasi serupa.

Melatih anak untuk berbuat hal-hal baik pasti menjadi sesuatu yang tidak boleh disepelekan. Sebab erat kaitannya dengan pembangunan karakter anak hingga anak dewasa nanti. Karakter tersebut sudah tertanamkan ke dalam jiwanya.

Apalagi untuk menanamkan kebiasaan mengaji pada anak butuh keseriusan, kesabaran dan perhatian orang tua. Dengan mengajarkan anak membaca Al-Qur'an, pastinya orang tua juga wajib terlebih dahulu bisa membaca Al-Qur'an. 

Sebab, apabila orang tuanya saja gak mampu membaca Al-Qur'an, bagaimana untuk bisa mengajarkan anak agar bisa mengaji? Orang tua adalah guru yang baik, untuk itu mulailah dari orang tuanya dulu atau diri sendiri, lalu bisa menularkannya kepada anak-anak.

Menanamkan kebiasaan baik terhadap anak, wajib dari hari. Tidak mengandung unsur paksaan apalagi mendzolimi  hak anak. Demikianlah agar anak suka mengaji.

Semoga Anda sukses mendidik anak Anda mengaji.

Semoga bermanfaat.

TIPS MUDAH AGAR ANAK RAJIN SHALAT


Rosulallah SAW bersabda :

"Suruhlah anak-anak kalian mengerjakan shalat ketika berusia 7 tahun. Dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya pada saat mereka berusia 10 tahun. Serta pisahkanlah mereka di tempat tidur".(HR Abu Dawud dan Ahmad, Shahih)

Disini dapat diartikan jika sebelum umur 7 tahun orang tua sudah mulai mengajarkan tentang tata cara shalat yang baik. Setelah anak umur 7 tahun anak sudah harus memiliki kebiasaan mengerjakan shalat tanpa harus disuruh. Usia 8 hingga 9 tahun sosialisasi dan saat anak berusia 10 tahun merka sudah wajib shalat.

Namun, sayangnya yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Apalagi di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, dimana anak-anak kita banyak disibukkan dengan berbagai urusannya. Mulai dari sekolah, les, aneka hiburan yang ada di sekelilingnya, televisi, gadget dan masih banyak  hambatan lainnya yang membuat anak sulit konsisten melaksanakan shalat 5 waktu.

Nah, untuk menyiasatinya sebaiknya Ayah dan Bunda lakukan 9 hal berikut ini :

1. Tanamkan Sejak Dini

Tanamkan sejak dini manfaat dan tujuan shalat. Mengenalkan manfaat dan tujuan shalat sedini mungkin pada anak akan membuat mereka paham dengan benar dan akhirnya bisa mencintai shalat. 

2. Berikan Teladan yang Baik

Anak merupakan peniru ulung, karena itu dipastikan anda memberikan teladan yang padanya terutama dalam urusan shalat. Pastikan jaga waktu shalat sebisa mungkin, ajak berjamaah di mesjid.

3. Sediakan Semua Sarana

Sediakan semua sarana agar anak memahami pentingnya shalat. Selain menasehati dan memberikan pemahaman kepada anak akan pentingnya shalat, para orang tua juga bisa menyediakan semua sarana yang membuat anak semakin mencintai shalat. Seperti buku tentang shalat, video ataupun hal lainnya yang penting itu bisa bermanfaat untuk anak.

4. Buatkan Jadwan Shalat Harian yang Menarik

Untuk mengajarkan disiplin dan memupuk semangat anak Ayah dan Bunda bisa membuatkan jadwal shalat harian yang menarik. Tuliskan jadwal shalat, tanggal, kolom keterangan serta tanda tangan. Jangan lupa untuk memeriksa sebagi bukti bahwa Anda peduli terhadap pelaksanaan shalat anak.

5. Ingatkan Tentang Shalat

Kita sebagai orang tua jangan pernah bosan untuk mengingatkan anak tentang waktu shalat. Karena itu memang kewajiban Anda sebagai orang tua. Sampai kapan orang tua bisa mengingatkan anak-anaknya? Iya sampai orang tua menikahkan anaknya, karena pada waktu itu orang tua sudah tidak memiliki kewajiban lagi untuk mendidik anaknya.

6. Jelaskan Kepada Anak Jika Kita Butuh Shalat

Ketika anak merasa bosan Anda harus jelaskan dengan lembut bahwa shalat kebutuhan manusia. Shalat tidak hanya mendatangkan pahala yang melimpah tetapi juga membuat tubuh kita sehat dan hai senang, Jika tubuh sehat dan tenang melakukan apapun pasti akan lebih mudah.

7. Bergaul dengan Orang yang Mencintai Shalat

Pergaulan bisa mempengaruhi karakter dan kepribadian anak, karena iu dipastikan orang tua mendorong anak-anak agar bergaul dengan orang-orang yang mencintai shalat. 

8. Berikan Pujian atau Reward

Ketika anak rajin shalat jangan segan-segan memberikan pujian-pujian dan atau Anda juga bisa memberikan reward yang mugkin berupa hadiah. Namun harus tanamkan pada anak bahwa shalat mereka harus ikhlas karena Allah dan bukan karena ingin dapat hadiah.

9. Mendo'akan Kebaikannya   

Do'a adalah jurus ampuh menggerakan hati anak. Bahkan berdo'a agar anak dan keluarga rajin shalat juga dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, karena itu sudah selayaknya, kita juga tidak boleh lelah mendo'akan anak-anak kita.

Berikut ini do'a Nabi Ibrahim :

"Ya Tuhannku, jadikanlah akun yang selalu mendirikan shalat, demikian juga anak keturunanku. Ya Tuhanku, perkenankan do'aku". (QS Ibrahim 14:40)

Nah, itu adalah tips mudah agar anak rajin shalat. Semoga 9 tips tersebut dapat membantu para orang tua untuk melunakan hati anak-anaknya agar menjadi pribadi yang mencintai shalat. Aamiin...